PanduanFAQTentang KamiBLOG
BLOG > Deposito Bank vs Reksadana Pendapatan Tetap, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Deposito Bank vs Reksadana Pendapatan Tetap, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bagi yang belum mengetahui apa itu Reksadana. Reksadana adalah investasi dengan konsep menghimpun dana dari banyak investor yang kemudian dikelola manajer investasi atau MI ke dalam berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan sebagainya.

 

Reksadana juga jadi alternatif bagi investor yang enggan menghitung risiko atas investasi di pasar saham atau pasar uang. Modal investasi yang dibutuhkan juga tidak besar.

Reksadana terdiri dari beberapa jenis, salah satu nya adalah reksadana pendapatan tetap yang menempatkan mayoritas investasinya ke dalam instrument surat utang (obligasi) dan produk pasar uang.

 

Lalu, apakah reksadana tetap lebih menguntungkan dibandingkan menempatkan uang di deposito bank?

Tahun lalu, reksadana pendapatan tetap mampu mencatatkan kinerja yang paling tinggi dibandingkan dengan keriga jenis reksadana lainya, yakni sebesar 8,73 persen.

 

Hal itu dapat dibandingkan dengan bunga deposito bank yang berbeda pada kisaran 6 persen, itu pun belum termasuk potongan pajak pendapatan bunga deposito yang mencapai 20 persen.

Meskipun sebagian besar penempatan dananya berada di obligasi, reksada ini tak lantas dikenal sebagai reksadana obligasi. Selain itu, tak sama dengan namanya, investor tak selalu mendapatkan pendapatan tetap.

 

Sebutan reksadana pendapatan tetap diberikan karena reksadana ini berinvestasi pada instrument surat utang (obligasi yang memberikan pendapatan tetap secara berkala dalam bentuk kupon.

 

Oleh karena itu, reksadana lebih dikenal dengan reksadana pendapatan tetap (fixed income fund)

 

Lalu, deposito merupakan simpanan di bank dengan saldo minimum dan dalam jangka waktu tertentu. Keuntungan nya adalah nasabah dijamin mendapatkan keuntungan berupa bunga.

Sementara reksadana, dana minimum yang dibutuhkan rekatif kecil dibandingkan dengan deposito. Selain itu, reksadana bisa dicairkan kapan saja oleh investor dengan menjualnya saat itu juga.

 

Perbedaan lainnya, dana nasabah di deposito bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga tidak ada risiko.

 

Di satu sisi, deposito merupakan cara berinvestasi oleh MI dengan menempatkan dananya pada obligasi yang memiliki kemungkinan gagal bayar sehingga bisa berakibat pada kerugian investasi.

Jika membandingkan dari return yang didapat, bunga deposito selalu mengacu pada suku bunga acuan yang saat ini berada di level 5,25 persen.

 

Berbeda dengan deposito, yang mana uang investor yang terkumpul ditempatkan pada surat utang (obligasi) yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah. Dimana sebagai timbal baliknya, investor mendapatkan kupon.

Prinsip yang berlaku dalam obligasi, semakin besar kupon, semakin tinggi pula harga obligasinya. Begitu pun sebaliknya.

 

Berkaitan dengan bunga dan pendapatan, ada yang sudah tahu belum berapa bunga pinjama di Cairin?

Cairin memberikan Anda pinjaman dana tunai dengan total bunga 0,8 persen. Kalian bisa manfaatkan pinjaman online dari Cairin untuk kebutuhan produktif ataupun konsimtif dengan limit pinjaman dana 3,6 juta dan pilih dengan program cicilan sesuai keinginan Anda.

Download aplikasi Cairin sekarang hanya di Google Playstore.

good


Tags:BankCairinInvestasiPinjaman Online

Baca Juga: