BLOG > Viral COD Bermasalah! Yuk Simak Aturan Lengkap COD

Viral COD Bermasalah! Yuk Simak Aturan Lengkap COD

good


Belakangan ini banyak sekali video viral antara pembeli yang marah-marah kurir pengirim paket COD (Cash On Delivery) hal ini disebabkan karena barang yang diterima tidak sesuai atau berbeda dengan yang dibeli sebelumnya.

 

Kurang nya pemahaman pembeli dengan sistem COD membuat kurir menjadi disalahkan, padahal tugas kurir hanyalah mengatarkan paket yang mereka beli.

Hal ini menjadi keresahan banyak orang termasuk para kurir yang terancam setiap kali mengantar paket dengan sistem COD. Sistem COD yang berarti Cash On Delivery, pembeli harus membayar barang langsung ke kurir.

 

Nah, buat kamu pelanggan setia e-commerce mari kita simak sistem COD yang harus kamu ketahui sebelum berbelanja online.

 

Apa itu cash on delivery (COD)

 

Kebanyakan dari kita menyebutnya dengan singkatan COD, karena memang lebih ringkas dan mudah diucapkan. Baik COD atau cash on delivery sama saja. Nah, berikut kita akan mulai pembahasannya dari pengerian.

 

Jika melihat susunan katanya, ada dua kata penting dalam COD, yaitu cash dan delivery. Secara singkat, cash dapat dimaksudkan dengan pembayaran tunai. Sedangkan delivery diartikan sebagai pengiriman.

 

Oops! We could not locate your form.

 

Jadi, COD dapat diartikan sebagai layanan yang akan didapatkan oleh konsumen dari penjual. Layanan tesebut berupa akses untuk melakukan pembayaran terhadap pemberian barang, saat barang tersebut sampai di alamat tertentu.

 

Alamat tersebut bisa alamat rumahmu, rumah teman atau rumah orangtuamu. Satu hal yang pasti, kamu harus ada di rumah tersebut, khususnya ketika jadwal barang dikirim dan akan sampai.

 

Adanya layanan cash on delivery juga bisa menjadi indikator bagimu ketika akan mendeteksi kredibilitas toko. Maksudnya bagaimana?

 

Ketika kamu memilih mode COD untuk pembelianmu, kamu punya kesempatan untuk memastikan barangmu dulu sebelum membayar. Hal itu membuatmu dapat lebih percaya terhadap toko tersebut.

 

Kelebihan dan kekurangan sistem COD

 

Segala sesuatu pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Begitu juga dengan layanan COD ini. Kelebihan dan kekurangan tersebut dapat dirasakan kamu sebagai pembeli ataupun sebagai penjual.

 

Agar kamu bisa mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum memilih mode pembayaran ini, berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

 

Kelebihan COD

 

Berikut adalah beberapa kelebihan atau keuntungan yang bisa kamu dapat ketika memilih mode cash on delivery saat membeli barang, yaitu:

 

Layanan COD dapat memudahkan konsumen ketika membeli suatu barang yang diinginkan. Layanan yang biasanya tersedia untuk wilayah yang sama, membuat konsumen tidak perlu mencari barang dari luar kota.

Sebagai pembeli, kamu bisa melihat kondisi barang yang akan kamu beli terlebih dahulu sebelum membayarnya. Bahkan kamu bisa mengajukan pengembalian ketia barang yang sampai tidak sesuai dengan yang kamu pesan.

Kalau kamu adalah penjual, uang milikmu akan lebih mudah dan cepat untuk kamu terima. Karena bisa saja untuk wilayah dekat, kamu bisa mengantar sendiri dan langsung menerima uangnya.

 

Kekurangan COD

 

Setelah kelebihan, sekarang kita akan coba bahas kekurangannya. Kekurangan ini bisa jadi pertimbanganmu sebelum menggunakan mode cash on delivery.

 

Wilayah pengiriman barang terbatas. Umumnya berada dalam satu kota saja.

Butuh kehati-hatian lebih, baik ara pedagang maupun pembeli. Karena kalian merupakan dua mitra yang baru saling kenal. Peluang terjadinya penipuan sangat mungkin dirasakan atau diterima, baik pihak penjual ataupun pembeli.

Kemungkinan adanya pemalsuan uang, baik kepada pembeli atau penjual, karena mode lain dibantu oleh bank yang lebih menjamin keaslian uang transaksi.

 

Cara pengembalian barang COD yang tidak sesuai

 

Lalu bagaimana sih cara pengembalian barang COD ketika tidak sesuai dengan pesanan? Apakah pembeli harus membuka pesanannya di depan kurir dan kalau tidak sesuai apakah langsung dikembalikan ke kurir?

 

Jawabannya adalah, kamu tidak perlu membukanya di depan kurir. Pihak kurir hanya bertugas mengantar pesanan Anda dan menerima uang pembayaran dari kamu. Apalagi jika kamu sampai marah-marah ke kurir kalau barangnya tidak sesuai, itu adalah cara yang salah.

 

Ingat, kurir hanya bertugas mengantarkan pesanan sampai ke tangan pembeli. Mereka tidak ada urusannya dengan isi barang. Isi barang adalah tanggung jawab pihak seller atau e-commerce

 

Jadi kalau barang ternyata tidak sesuai, solusinya adalah :

 

Bisa meminta produk pengganti atau pengembalian dana sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca kebijakan pengembali barang

 

Baca Kebijakan Pengembalian Produk

Jadi pertama-tama kamu harus membaca dulu kebijakannya.

 

Pastikan dulu produk yang kamu beli termasuk produk yang mana. Dan apakah waktunya masih tercover atau tidak.

 

Setiap e-commerce pasti memiliki tata cara nya sendiri untuk menangani kendala ini.
Kami hanya perlu megikuti langkah-langkah atau tata cara yang sudah disediakan saja ya.


Tags:CairinEdukasiPinjaman Online

Baca Juga:

Alamat:

Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Telepon:  021-24163377     Email: cs@cairin.id
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO : ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved. Dapat diakses Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi terkait layanan Cairin.
Alamat
Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon: 021-24163377
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO:ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved.
Dapat diakses Syarat dan KetentuandanKebijakan Privasi
terkait layanan Cairin.
Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.

Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.