PanduanFAQTentang KamiBLOG
BLOG > Waspada Terhadap Penawaran Fintech Ilegal

Waspada Terhadap Penawaran Fintech Ilegal

Sobat Cairin! Sesuai dengan himbauan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk tetap waspada akan penyebaran dan penawaran fintech ilegal.

Himbaun ini diberikan, untuk mengingatkan dan mewaspadai fintech ilegal yang muncul untuk memanfaatkan situasi ekonomi yang sedang terjadi saat ini.

 

Di harapkan masyarakat tidak tergiur dengan penawaran fintech ilegal yang dapat menjadi boomerang nanti nya.

Dalam himbauan disebut bahwa,
- Fintech Ilegal sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di saat sedang wabah pandemi Covid-19

- Masyarakat di himbau untuk pastikan bijak dalam memilih Fintech yang memiliki izin dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan

- OJK mencatat bahwa, pada April 2020, Satgas dari OJK menemukan 81 Fintech Ilegal. Saat ini Satgas Waspada Fintech Ilegal telah menemukan 2.486 entitas, sejak tahun 2018 s.d April 2020

 

Berikut ini adalah beberapa resiko dan keburukan dari fintech ilegal yang harus kamu ketahui,

 

1. Regulator/Pengawas
Tidak ada regulator khusus yang bertugas mengawasi kegiatan Penyelenggara fintech P2P ilegal.

2. Bunga dan Denda
Mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan.

3. Kepatuhan Peraturan
Tidak mau tunduk pada, Peraturan OJK (POJK) dan berpotensi tidak tunduk pada peraturan perundangundangan lain yang berlaku.

4. Pengurus
Tidak ada standar pengalaman apapun yang harus dipenuhi oleh Penyelenggara fintech P2P ilegal.

5. Cara Penagihan
Tidak mengikuti tata cara penagihan yang beretika dan sesuai aturan. Sering terjadi penagihan dengan cara-cara yang kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum

6. Asosiasi
Tidak memiliki asosiasi ataupun tidak dapat menjadi anggota AFPI.

7. Lokasi Kantor/Domisili
Lokasi kantor tidak jelas/ditutupi. Sebagian pelaku mengoperasikan dari luar negeri untuk menghindari aparat hukum.

8. Status
Menyelenggarakan kegiatan tanpa mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang. Situs dan aplikasi diblokir oleh Satgas Waspada Investasi (SWI), yakni satuan tugas yang terdiri dari 13 lembaga/institusi, diantaranya OJK, Polri, Kemenkominfo, Kejaksaan Agung, dan Bank Indonesia.

9. Syarat Pinjam dan Meminjam
Cenderung sangat mudah, tanpa menanyakan keperluan pinjaman.

10. Pengaduan Konsumen
Tidak menanggapi pengaduan pengguna dengan baik

11. Kopetensi Pengelola
Pengelola tidak mewajibkan pelatihan/sertifikasi apapun

12. Akses Data Pribadi
Meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone (HP) Pengguna diantaranya meminta dapat mengakses seluruh nomor kontak di HP, foto, storage, dll. Data-data yang kemudian dapat disalahgunakan saat melakukan penagihan. Jika foto diakses, mereka dapat melihat dan menyalin seluruh foto di HP Pengguna.

13. Risiko Bagi Lender
Lender memiliki risiko yang sangat tinggi, terutama risiko kehilangan/penyalahgunaan dana, pengembalian pinjaman yang tidak sesuai, dan/atau berpotensi praktik shadow banking dan ponzi scheme.

14. Keamanan Nasional
Penyelenggara fintech P2PL ilegal tidak patuh pada aturan menempatkan pusat data (data center) pengguna dan tidak memiliki pusat pemulihan bencana (data recovery center) di Indonesia.

 

Mohon selalu waspada dan jangan menggunakan fintech ilegal ya Sobat!
Mau fintech yang aman dan nyaman?
Ajukan saja pinjaman kamu di Cairin, pinjaman cepat yang sudah terdaftar di OJK.

Sudah di pastikan keamanan data kamu akan terjaga dengan dan tidak akan di salah gunakan!
Download aplikasi di google playstore, lengkapi data pengajuan, tunggu hasil verifikasi nya, dan dana pinjaman akan langsung masuk ke rekening kami.


Tags:CairinFintechOJKPinjaman Online

Baca Juga: