PanduanFAQTentang KamiBLOG
BLOG > Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Indonesia menjadi salah negara yang terdampak penyebaran virus Covid-19 dengan jumlah korban yang tertular yang sudah mencapai puluhan ribu orang di seluruh wilayah Indonesia.
Sehingga mengeluarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mengurang penyebaran virus pandemi covid-19, dampak dari PSBB ini sangat terasa bagi para pelaku usaha yang membuat usaha menjadi sepi pelanggan, cukup banyak para pelaku usaha gulung tikar dan banyak sekali para pekerja kehilangan pekerjaannya sehingga menimbulkan dampak pelambatan ekonomi.

 

Oleh karena ini pemerintah mulai berusaha untuk mengembalikan ekonomi menjadi normal kembali, melalui kementrian keuangan membuat kebijakan luar biasa untuk memitigasi dampak covid-19 dan pelambatan ekonomi dengan membuat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan hal itu dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta. Hal itu juga merupakan tanggapan pemerintah atas tanggapan fraksi-fraksi DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiksal (KEMPPKF) Tahun Anggaran 2021

 

Lalu apa sih tujuan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Program ini bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pelaku usaha dalam menjalankan usaha dalam masa pandemi virus covid-19, yang membuat para pelaku kesulitan mendapatkan pemasukan yang sebelum nya normal.
Untuk UMKM sendiri diharapkan program ini mampu “memperpanjang nafas” UMKM dan meningkatkan kinerja UMKM yang sudah berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

 

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mendukung Dunia Usaha di antaranya adalah,
- UMKM
Subsidi bunga: Rp34,15T
Insentif Pajak: Rp28,06T (PPh 21 DTP, PPh final UMKM DTP)
Penjaminan untuk modal kerja baru UMKM: Rp6T

 

- Korporasi
Insentif Pajak: Rp34,95T (Bebas PPh 22 Impor, Pengurangan Anggaran PPh 25, Pengembalian Pendahuluan PPN)
Penempatan dana Pemerintah
Di perbankan untuk restrukturisasi debitur UMKM: Rp35T

 

- BUMN
Peyertaan Modal Negara
Pemabayaran Kompensasi
Talangan (Investasi) Modal Kerja
Dukungan lain: (Optimalisasi BMN, Pelunasan Tagihan, Loss Limit Penjaminan, Penundanaan Dividen, Penjaminan Pemerintah, Pembayaran Talangan Tanak Proyek Strategis Nasional (PSN)

Tags:CairinEkonomiFintech

Baca Juga: