BLOG > Hutang Produktif dan Konsumtif

Hutang Produktif dan Konsumtif

Hutang? Bagi sebagian orang mungkin menganggap hal tersebut adalaha ide yang buruk untuk menyelesaikan masalah seperti kebutuhan mendesak. Banyak yang beranggapan buruk ketika mengdengar kata hutang, sebagian mengatakan hanya akan menambah masalah atau akan terjebak lingkaran setan.

Harus kamu ketahui hutang tidaklah selalu buruk seperti yang kamu pikirkan, nyatanya banyak sekali pengusaha sukses dengan modal berhutang terlebih dahulu. Dan kamu harus tau ada dua jenis hutang yang berbeda, seperti apasih bedanya? yuk simak penjelasan berikut ini.

 

Hutang Produktif

 

Hutang Produktif ini salah satunya hutang untuk keperluan bisnis atau investasi. Hutang ini artinya hutang yang bermanfaat karena nilainya selalu bisa bertumbuh dari waktu ke waktu. Jenis hutang ini sangat membantu Anda untuk menghasilkan uang dan membantu untuk berinvestasi. Utang ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau investasi Anda dan bukan untuk berfoya-foya semata. Contoh hutang jenis ini misalnya melakukan pembayaran secara online untuk mengikuti sertifikasi online/kursus online dengan menggunakan kartu kredit, membeli properti dengan pinjaman KPR, atau mengajukan pinjaman ke bank berupa KTA untuk mengembangkan bisnis.

 

Semua hutang yang disebutkan di atas dapat dimanfaatkan sebagai investasi. Saat Anda melakukan kredit properti, ketika unit tersebut sudah jadi Anda dapat menyewakan kepada orang lain, atau dijual kembali. Lain halnya saat mengajukan pinjaman KTA, saat bisnis Anda lebih berkembang maka pundi-pundi pun dapat bertambah lagi.

 

Hutang Konsumtif

 

Hutang jenis ini sangatlah berbeda dengan hutang produktif, kenapa? Seperti namanya hutang konsumtif, hutang bisa saja menjadi boomerang untuk Anda. Karena hutang ini hanya akan memenuhin kebutuhan dari keinginan Anda semata, contohnya adalah ketika Anda ingin mengganti smartphone dengan cara berhutang dengan KTA/Kartu kredit. hal ini sangatlah tidak menguntungkan Anda dan tidak akan menambah berkembangan pundi-pundi Anda. Belum lagi ketika Anda memiliki keterlambatan pengembalian hutang biasanya Anda akan dikenakan biaya tambahan atau denda karena adanya keterlambatan.

 

Bagaimana dengan yang ini?

 

Misalnya seorang graphic designer memutuskan untuk membeli MacBook seharga 20 juta rupiah dengan kartu kredit untuk keperluan pekerjaannya. Dia menganggap fitur dan spesifikasi yang ada di dalam MacBook tersebut dapat membuatnya lebih produktif,  Apakah ini termasuk hutang yang bersifat produktif atau konsumtif? Tentu saja produktif, karena walaupun membeli dengan kartu kredit, dia dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan dan sesuai dengan kebutuhannya.

 

Ada satu kasus lagi, misalnya saja seorang akuntan yang ini membeli MacBook tersebut. Utang untuk menunjang pekerjaan Anda. Apakah langsung dianggap utang yang konsumtif? Belum tentu. Bisa saja, dia adalah seorang akuntan yang juga memiliki bakat di bidang desain, lalu MacBook tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan sampingan sebagai desainer lepas, dan bisa juga digunakan untuk mendukung pekerjaan utamanya dengan memasang software akuntansi. Tentu saja utang tersebut langsung terhitung sebagai utang yang produktif. Lain halnya jika ia hanya menggunakannya untuk menonton film atau sekedar browsing. Tentu saja tidak ada nilai yang bertambah dari benda tersebut, jika ini terjadi maka otomatis cicilan yang sedang berjalan langsung berubah menjadi hutang yang bersifat konsumtif. 

 

Cara Menghindari Utang Konsumtif

 

Kita semua pasti tidak mau terlilit hutang jenis ini, Orang yang memiliki hutang bersifat produktif biasanya memiliki penghasilan tambahan untuk membayar cicilan hutang yang masih tersisa. Berbeda dengan yang memiliki hutang konsumtif cenderung lebih riskan terjerat piutang yang semakin bertambah.  Maka dari itu, pikirkan terlebih dulu kira-kira apa manfaat yang bisa didapatkan dari barang/jasa sebelum membelinya. Dan pastikan kita membeli barang hanya untuk kebutuhan bukan dengan keinginan.

 

Sekarang Anda sudah lebih paham akan perbedaan keduanya bukan? Kesimpulannya, hanya Andalah yang dapat menentukan nilai barang/jasa yang Anda beli, jika kegunaannya tidak dimanfaatkan dengan baik dan bisa memberi pendapatan lebih, tentu berubah menjadi sesuatu yang konsumtif. Jika mampu mengubahnya menjadi ladang penghasilan, akan berubah menjadi sesuatu yang produktif. Jangan sampai terjerat di utang yang konsumtif ya!

 

 

Writer,
Sandy Prakoso


Tags:CairinOJK

Baca Juga:

Alamat:

Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Telepon:  021-24163377     Email: cs@cairin.id
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO : ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved. Dapat diakses Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi terkait layanan Cairin.
Alamat
Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon: 021-24163377
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO:ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved.
Dapat diakses Syarat dan KetentuandanKebijakan Privasi
terkait layanan Cairin.
Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.

Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.