BLOG > Tips Pintar Sukses Berbisnis di Masa Pandemi!

Tips Pintar Sukses Berbisnis di Masa Pandemi!

good

Pandemi Covid-19 secara signifikan berdampak pada Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ada sekitar 37.000 pelaku usaha UMKM yang terkena dampak pandemi saat ini.

 

Mempertahankan tentunya jauh lebih sulit pada kondisi saat ini. Tapi kita juga tidak mau bisnis yang sudah kita bangun dengan susah payah harus mundur begitu saja.

 

Langkah-langkah dan berbagai cara pun harus kita lakukan untuk mempertahankan bisnis yang sudah kita bangun saat ini, lalu bagaimana cara mempertahankan agar bisnis kita mampu bertahan di masa pandemi covid-19 saat ini?

 

Simak beberapa cara berikut ini.

 

1. Ubah strategi penjualan


Seperti yang kita ketahui pandemi saat ini mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Jika biasanya kita belanja dengan datang langsung ke toko, saat ini kebiasaan tersebut sudah mulai berkurang.

 

Kini masyarakat lebih memilih untuk berbelanja online, selain lebih mudah juga untuk menghindari kerumunan yang dapat menimbulkan risiko terpapar virus covid-19

 

Untuk itu kamu harus mengubah strategi penjualan bisnis kamu. Jika sebelumnya kamu hanya memasarkan produk secara offline, kini kamu juga harus memasarkan barang yang kamu jual secara online.

 

Namun bukan berarti penjualan secara offline kamu tinggalkan begitu saja ya. Kamu juga harus mempertahankan pemasaran secara offline juga ya.

 

2. Kembangkan Branding


Branding sangat bermanfaat bagi kesuksesan bisnis karena bisa bertindak sebagai penentu identitas suatu produk.

Rencanakan strategi branding bersama team yang kamu miliki, tentukan branding dengan cara seperti apa agar bisnis dan produk yang kamu jual bisa menarik pelanggan dan banyak orang yang mengetahui bisnis dan produk yang kamu jual.

 

3. Buat promo-promo menarik


Jika branding kamu sudah berhasil menarik perhatian banyak orang. Setelah itu saatnya kamu buat promo-promo menarik agar mereka lebih tertarik untuk membeli produk yang kamu jual.

Beberapa contoh promo menarik nya adalah cashback, diskon, atau buy get free.


Promo-promo tersebut banyak sekali diminati oleh para calon pelanggan.

Jangan lupa perhitungkan juga untung dan rugi dari promo yang kamu buat ya.


4. Fokus manjakan pelanggan


Jika sudah ada pelanggan yang membeli produk atau barang yang jual. Hal harus kamu lakukan adalah memberikan pelayanan yang terbaik pada mereka.


Biasanya pelanggan akan sangat senang apabila owner terjun langsung melayani mereka.


Berikan mereka pelayanan terbaik kamu, selain itu berikan mereka produk-produk terbaik yang kamu miliki agar para pelanggan puas dan tidak memilih produk lainnya.


Kamu juga bisa berikan program-program khusus untuk para pelanggan setia.


Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian mereka agar bisa membeli produk yang kamu jual.


Motivasi Pandemi

 

Masa pandemi jangan kamu jadikan waktu untuk menyerah dengan keadaan yang sedang dialami.

 

Jadikan masa pandemi untuk membuat atau merencanakan inovasi terbaru.

 

Agar kamu bisa bertahan dan sukses di masa pandemi dan bisa menjadi contoh untuk semua orang yang sedang terdampak pandemi covid-19.


Tags:BisnisCairinCovid-19Pinjaman OnlineTips

Baca Juga:

Alamat:

Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Telepon:  021-24163377     Email: cs@cairin.id
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO : ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved. Dapat diakses Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi terkait layanan Cairin.
Alamat
Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon: 021-24163377
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO:ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved.
Dapat diakses Syarat dan KetentuandanKebijakan Privasi
terkait layanan Cairin.
Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.

Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.