BLOG > Trik Menghemat Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Anti Tekor!

Trik Menghemat Belanja Kebutuhan Rumah Tangga Anti Tekor!

good

Belanja menjadi salah satu tugas penting seorang ibu rumah tangga selain mengurus mengurus suami dan anak, memasak, membersihkan rumah. Sayangnya, harga bahan kebutuhan pokok yang kerap mengalami kenaikan membuat para ibu harus lebih pintar dalam mengatur keuangan, salah satu caranya dengan berhemat.

 

Pada dasarnya, berhemat bisa dilakukan dalam berbagai cara. Misalnya saja dengan menghemat anggaran uang belanja secara sederhana sekaligus bijaksana. Sebab, jika kesulitan dalam mengatur keuangan, bukan tidak mungkin pengeluaran bulanan untuk keperluan rumah tangga justru membengkak.

 

Dengan menghemat uang untuk belanja bulanan, kamu bisa mengendalikan pengeluaran dan menjaganya tetap terstruktur. Bahkan, ketika kamu menghemat anggaran belanja seperti ini malah membuat kamu lebih untung. Apalagi jika penghasilan keluarga belum mampu mencukupi segala keperluan rumah tahu.

 

Setidaknya ada beberapa trik bijak dan sederhana untuk sekadar menyelamatkan finansial rumah tangga. Menariknya, trik di bawah ini tidak akan membuat keluarga kamu susah maupun kekurangan karena menghemat. Berikut beberapa di antaranya yang bisa mulai kamu terapkan.

 

1. Buat catatan belanja secara detail

 

Trik yang pertama adalah membuat catatan rencana pembelanjaan demi menghemat pengeluaran rumah tangga. Melalui cara satu ini, dijamin kamu bisa lebih mudah dalam mengingat detail barang yang habis ataupun perlu dibeli.

 

Tak hanya itu saja, kamu bisa semakin terbantu berkat catatan semacam ini. Salah satunya adalah menghindari keinginan untuk membeli barang tidak penting.  

 

2. Catat daftar menu selama seminggu

 

Umumnya, pos pengeluaran paling boros dalam rumah tangga adalah soal makanan. Guna mengantisipasi pemborosan yang terjadi coba buat daftar menu untuk makan selama seminggu. Artinya, kamu harus membeli beberapa bahan makanan untuk tujuh hari kedepan.

 

Jika ingin lebih mudah, coba tiru metode food preparation yang kini sedang trending di media sosial. Dengan begitu, biaya pengeluaran makanan bakal jauh lebih murah daripada harus membeli eceran.

 

3. Belanja di pasar tradisional

 

Berikutnya yang bisa kamu lakukan untuk menghemat anggaran belanja bulanan rumah tangga secara sederhana adalah berbelanja di tempat atau pasar tradisional. Sebab, pasar tradisional selalu memiliki harga jual yang cukup murah dibandingkan supermarket terdekat.

 

Hal ini disebabkan supermarket mencantumkan harga yang telah mengalami proses akumulasi biaya pajak. Jadi tak heran jika barang yang dijual pun cenderung jauh lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. Menariknya lagi, kamu berkesempatan untuk tawar menawar barang yang diinginkan.

 

4. Bedakan belanja secara harian, mingguan, dan bulanan

 

Selama ini, mungkin kamu masih suka mencampur aduk antara belanja secara harian, mingguan, ataupun bulanan. Padahal, trik membedakan belanja sesuai waktu bisa sangat membantu arus keluar masuk uang agar tak terjadi pemborosan.

 

Contohnya untuk belanja bulanan seperti, gas LPG, minyak goreng, beras, perlengkapan mandi, dan lain sebagainya yang memang tahan untuk sebulan. Kemudian untuk belanja mingguan, seperti telur, galon air minum, daging, bumbu dapur, makanan instan, dan bahan olahan lainnya.

 

Tak ketinggalan pula belanja harian yang sebagian besar pasti tidak mampu bertahan lama. Contohnya seperti, buah, sayur, roti, dan lain sebagainya.

 

5.Menbandingkan harga sebelum membeli

 

Selama ini, mungkin kamu masih suka mencampur aduk antara belanja secara harian, mingguan, ataupun bulanan. Padahal, trik membedakan belanja sesuai waktu bisa sangat membantu arus keluar masuk uang agar tak terjadi pemborosan.

 

Contohnya untuk belanja bulanan seperti, gas LPG, minyak goreng, beras, perlengkapan mandi, dan lain sebagainya yang memang tahan untuk sebulan. Kemudian untuk belanja mingguan, seperti telur, galon air minum, daging, bumbu dapur, makanan instan, dan bahan olahan lainnya.

 

Tak ketinggalan pula belanja harian yang sebagian besar pasti tidak mampu bertahan lama. Contohnya seperti, buah, sayur, roti, dan lain sebagainya.

 

6. Manfaatkan promo dan diskon

 

Tak sedikit orang yang sengaja berburu diskon maupun promo di tanggal-tanggal gajian. Bagaimana tidak, momen semacam ini tentu bisa dimanfaatkan untuk sekadar dijadikan cara menghemat anggaran belanja keluarga.

 

Namun, sebelum melakukan perburuan barang tersebut juga dulu untuk memastikan harga tiap barang yang diincar melalui website resmi supermarket terkait. Hal ini bertujuan agar kamu tak perlu membuang waktu berkeliling sambil mencari barang diskon. 


Tags:CairinHematTips

Baca Juga:

Alamat:

Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Telepon:  021-24163377     Email: cs@cairin.id
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO : ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved. Dapat diakses Syarat dan Ketentuan dan Kebijakan Privasi terkait layanan Cairin.
Alamat
Blok E8 Permata Senayan, Rukan, Jl. Tentara Pelajar, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon: 021-24163377
Terdaftar dan diawasi oleh :
Anggota dari :
Sertifikasi ISO:ISO/IEC 27001:2013
Download Cairin :
©2020 PT Idana Solusi Sejahtera. All rights reserved.
Dapat diakses Syarat dan KetentuandanKebijakan Privasi
terkait layanan Cairin.
Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.

Disclaimer

1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

2. Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut.

3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (‘Pemanfaatan Data’) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.

6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

7.Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.

8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan,tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna,baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman(baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna)terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.

9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara,Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagai mana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut diatas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

10.Data pengguna/peminjam yang diajukan melalui aplikasi Cairin juga akan dilaporkan ke Fintech Data Center (FDC) atau Pusdafil.