PanduanFAQTentang KamiBLOG
BLOG > DiFiDi, Mengajak Mahasiswa Darmajaya Lampung Mengenal Fintech

DiFiDi, Mengajak Mahasiswa Darmajaya Lampung Mengenal Fintech

good


Cairin hadir dalam acara Diskusi fintech disini (DiFiDi) Acara yang di gelar, 20 Desember 2019, di IIB Darmajaya, Bandar Lampung.
Mendapatkan antusias yang sangat baik dari mahasiswa/I institut informatika dan bisnis IIB Darmajaya, mereka sangat tertarik untuk mengikut serangkaian kegiatan acara untuk mendapat ilmu pengetahuan mengenai Fintech (Financial Technology).


Dengan tema yang menjelaskan Peran fintech untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Bandar Lampung

Mendapatkan sambutan yang baik dari Dekan Fakultas IIB Darmajaya, Dr.Faurani I Santi Singagerda M.Sc.,

Beliau mengucapkan terima kasih banyak telah membuat acara seminar dan talkshow di IIB Darmajaya.Saya sangat mengapresiasi dengan adanya penyelenggaraan acara ini. Ucap nya dalam sambutan pembukaan acara.

Selain itu beliau juga mengajak para mahasiswa/i untuk lebih belajar mengenal bisnis digital termasuk Fintech ini.Fintech melahirkan profesi-profesi terbaru, saya berharap seluruh mahasiswa/I disini tidak hanya mempelajari ekonomi saja, tapi juga bisnis digital seperti fintech ini.Tegasnya

 

good



Disambung dengan 2 pembicara profesional dari Vice President Commercial and Business Danakoo Syariah, Ogi Agusti, S.E., CRBD dan General Manager PT Newline Fintech Indonesia Hendro Parsaoran Gultom.

Mereka sama-sama menjelaskan tentang perkembang digital dan juga perkembangan fintech di Indonesia

Mahasiswa/I Darmajaya di ajak untuk bisa memanfaatkan nya sebagai sumber pendapatan dengan cara berinvestasi pada platform fintech yang menyediakan pendanaan/lendder terbuka.

Mereka juga menjelaskan tentang perbedaan Fintech Legal dan Fintech Ilegal, serta menjelaskan bahaya nya Fintech Ilegal, yang dapat menyebarkan data pribadi kita , teror, dan juga bunga yang sangat mencekik.
Selain itu Fintech Ilegal dapat mengakses data kontak telepon miliki kita secara bebas, dan juga dapat merekam pembicaraan melalui telepon. Untuk itu mereka meminta jangan sampai memilih Fintech, dengan cara melihat apakah fintech tersebut sudah resmi dan di awasi oleh OJK (Otoritas Jasa keuangan) yang bisa di cek melalui website OJK.

 

Selain itu mereka juga memberi pembeda untuk membedakan antara Fintech Legal dan Fintech Ilegal,

Kalau Fintech Legal hanya akan meminta 3 akses sesuai peraturan yang di berikan OJK yaitu, lokasi, voice, dan kamera saja. Berbeda dengan Fintech Ilegal biasa nya mereka akan meminta akses tambahan seperti kontak dan juga galeri foto handphone.

 

Maka dari itu mereka mengingatkan supaya jangan sampai salah dalam memilih ada baik nya kita lebih teliti apakah fintech tersebut aman dan sudah terdaftar di OJK.


Tags:CairinDigitalEdukasiEkonomiFintechPinjaman Online

Baca Juga: